Website Mengulas Informasi Kesehatan dan Kecantikan

10 Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui Agar Bayi Sehat

makanan yang dilarang untuk ibu menyusui
Menjadi ibu merupakan anugerah tersendiri bagi setiap wanita. Suka dan duka dalam menjadi ibu, akan mengubah seorang wanita menjadi lebih bijak dan belajar banyak hal baru. Termasuk, ketika masa menyusui. Tidak jarang, banyak wanita yang mengeluh, merasa tidak sanggup dan bahkan memutuskan untuk berhenti menyusui.

Padahal, proses menyusui merupakan tonggak penting, bagi proses tumbuh kembang anak, dan juga kedekatan anak dengan ibu. Oleh karena itu, menjadi ibu menyusui bukanlah hal sepele. Banyak rambu-rambu yang harus ditaati agar kebutuhan air susu ibu (ASI) anak tetap tercukupi, ibu pun sehat dan bahagia.

Perhatikan Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui Ini

Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh ibu menyusui, adalah makanan. Beragam mitos, pameo dan opini berseliweran mengenai pantangan dan juga larangan lain yang tidak boleh dimakan oleh ibu menyusui. Namun, ilmu pengetahuan mengungkap, beberapa diantaranya adalah mitos belaka. Untuk itu, mari simak ulasan mengenai 10 makanan yang dilarang untuk ibu menyusui berikut ini.

1. Cake Kopi

makanan yang dilarang untuk ibu menyusui memakan cake kopi

Sering kali ibu menyusui lupa, jika anak sangatlah sensitif terhadap pengaruh cafein. Jadi, meskipun hanya mengkosumsi dalam jumlah sedikit, kadar kafeinnya akan tetap berpengaruh terhadap anak. Selain itu, untuk anak yang mengalami gangguan irama detak jantung, asupan cafein yang masuk dapat memperburuk aritma jantung.

Meskipun anak normal-normal saja, kafein yang masuk dari air susu ibu (ASI) dapat mengganggu pola jam tidur anak. Padahal, bagi anak, waktu tidur adalah waktu terbaik untuk tumbuh dan berkembang. Metabolisme anak akan mengalami kenaikan saat tidur. Nah, karena adanya kafein yang masuk lewat aneka makanan mengandung kopi, anak akan lebih susah tidur.

2. Coklat

Siapa sih yang tidak tergoda kelezatan coklat? Belum lagi, alasan sebagai mood booster kerap diandalkan ketika membeli makanan yang mengadung coklat. Hanya saja, ada banyak ibu yang tidak tahu, selain teobromin, anandamida dan fenetilamina yang menjadi kandungan coklat, ternyata ada sedikit kafein di dalamnya. Sehingga, dapat mengganggu pola tidur dan juga berbahaya bagi anak yang memiliki masalah dengan irama jantung.

Tidak hanya itu, di dalam makanan yang mengandung coklat, biasanya turut disertakan susu. Nah, susu ini sangat berbahya bagi anak yang alergi terhadap susu. Mengakibatkan, keluhan alergi muncul. Mulai dari gatal-gatal dan ruam, sesak napas, hingga beragam keluhan lainnya. Jadi, sebaiknya tahan dulu keinginan makan coklat hingga anak memiliki sistem imunitas yang lebih baik.

3. Brokoli

makanan yang dilarang untuk ibu menyusui dengan memakan brokoli

Sayuran kaya protein ini, memang bagus. Kandungan nutrisinya yang banyak, membuat sayuran ini banyak diburu untuk dikosumsi sehari-hari. Sayangnya, hasil metabolisme tubuh dari sayuran ini, tidaklah baik untuk ibu menyusui. Sebab, kandungan gasnya yang tinggi, bisa mempengaruhi anak. Dampak paling umum, biasanya perut anak akan kembung dan rewel. Sehingga, waktu istirahat dan juga kosumsi air susu ibu (ASI) akan terganggu.

Demikian juga untuk sayuran lain yang memiliki kandungan gas tinggi. Seperti, bunga kol, kubis dan beberapa macam sayur lainnya. Jadi, bijaklah dalam memilih makanan agar proses tumbuh dan kembang anak tidak terganggu.

4. Nangka

Nangkan adalah makanan yang tidak boleh dikonsumsi ibu menyusui. Seperti halnya sayuran yang mengadung gas tinggi, buah yang mengandung gas tinggi juga sebaiknya jangan dikosumsi. Contohnya adalah nangka. Meskipun rasanya lezat dan memiliki manfaat yang banyak, kandungan gasnya bisa membuat anak kembung dan rewel. Sehingga, jam tidur dan pola minum air susu ibu (ASI) akan terganggu.

5. Daun Mint

makanan yang dilarang untuk ibu menyusui dengan daun mint

Ibu menyusui, biasanya lebih sering haus dan kerap menginginkan minuman maupun makanan yang segar-segar. Salah satunya adalah makanan atau minuman yang mengandung keluarga mint. Yaitu, daun mint, peppermint, basil dan juga pasrley.
Sayangnya, keluarga mint tersebut justru memicu turunnya produksi air susu ibu (ASI) dalam lobus-lobus kelenjar susu. Sehingga, anak akan kekurangan nutrisi baik dari ibu. Oleh karena itu, sebaiknya hindari dan pilh komposisi makanan yang lebih sehat serta ramah untuk anak.

6. Bawang Putih

Bawang putih menjadi salah satu bumbu dasar yang digemari masyarakat. Termasuk, ibu menyusui. Aroma gurih dan harumnya akan membangkitkan selera makan. Namun, jangan coba-coba mengkosumsi bawang putih mentah jika masih menyusui. Sebab, aroma tajam yang dihasilkan oleh bawang putih, bisa masuk ke air susu ibu dan menyebabkan anak menolak ketika disusui.

Pada dasarnya, anak memiliki penciuman yang sangat sensitif. Bagi anak, aroma alami ibu adalah aram terbaik yang menenangkan. Ketika ibu mengkosumsi bawang putih mentah, aroma tubuh ibu pun akan ikut berubah. Sehingga, anak tidak mengenali ibunya. Sehingga, bawang putih maupun makanan menyengat lainnya, bis amasuk dalam daftar makanan yang dilarang untuk ibu menyusui.

7. Cabe

makanan yang dilarang untuk ibu menyusui dengan cabe

Sebenarnya, cabe tidak dilarang jika anak sudah terbukti tidak merespon rasa pedas yang telah ibunya kosumsi. Sayangnya, banyak anak yang malah meresponnya. Sehingga, dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Untuk itu, sebelum memutuskan makan makanan pedas, perhatikan respon anak dahulu. Khawatirnya, anak sensitif terhadap kandungan cabe, yaitu capsaicin.

8. Seafood

Ikan yang menyerap merkuri, seperti tongkol, tuna dan ikan layang, sebaiknya dihindari selama menyusui. Sebab, merkuri bisa ikut masuk dalam air susu ibu. Terlebih, jika memiliki anak dengan riwayat alergi. Maka, seafood bisa memicu reaksi alerginya. Imbasnya, anak akan rewel atau sakit. Karena reaksi alergi yang bermacam-macam, membuat anak merasa tidak nyaman. Belum lagi dampak merkuri yang mengerikan terhadap tumbuh dan kembang anak.

9. Ayam

Banyaknya supplier ayam potong yang nakal, membuat ibu menyusui harus berhati-hati. Tidak jarang, komposisi pakan yang sarat penambahan zat berbahaya, serta proses pemotongan hingga pendistribusian yang tidak higienis, perlu dipertimbangkan sebelum membelinya.

Karena, beberapa bahan aditif bisa masuk ke dalam ait susu ibu (ASI) dan berakibat buruk terhadap bayi. Contohnya, ketidakseimbangan hormonal karena pewarna yang sering ditambahkan dalam daging ayam. Selain itu, untuk anak dengan riwayat alergi, daging ayam bisa memicu reaksi alergi. Jadi, sebaiknya berhati-hati, dan jika bisa, daging ayam yang dikosumsi adalah ayam organik dengan jaminan pakan hingga poses distribusinya.

10. Kacang

Kacang menjadi salah satu makanan lezat yang enak dinikmati dalam bentuk apapun. Mulai dari kacang dalam bentuk asli, hingga diolah menjadi kudapan manis ataupun bumbu masakan. Kandungan lemak dan nutrisi dalam kacang, memang banyak manfaat.

Namun, untuk sebagian anak yang memiliki riwayat alergi terhadap kacang, sebisanya ibu menyusui tidak mengkosumsinya hingga sistem imun anak membaik. Karena, kacang masuk dalam salah satu daftar makanan yang mampu membuat timbulnya reaksi alergi.

Demikian pembahasan mengenai pantangan makanan ibu menyusui. Diharapkan, para ibu menyusui bijak dalam memilih makanan yang dikosumsi. Sebab, ada bisa diambil manfaatnya oleh anak.
Terlebih untuk anak dengan risiko alergi. Meksipun ibu menyusui tidak memiliki alergi, namun adanya anggota keluarga yang memiliki respon alergi, bisa menyebabkan anak berpeluang memiliki respon alergi yang sama. Entah dari pihak ayah ataupun kakek serta neneknya.

Perhatikan reaksi elargi yang muncul dari daftar makanan di atas. Amati kondisi tubuh dan perilaku anak setelah menyusu. Biasanya, reaksi alergi ditandai dengan kulit menjadi kemerahan, muncul bintik-bintik yang gatal, kemudian bisa juga diare, dan yang ekstrim dapat menyebabkan sesak napas.

Jadi, mari menjadi ibu menyusui yang peduli terhadap apa yang masuk dalam tubuh, dan memperhatikan reaksi anak terhadap makanan yang dilarang untuk ibu menyusui dengan lebih cermat lagi. Jika hendak melakukan tes alergi dengan sistem eliminasi, sebaiknya tunggu anak memiliki imun lebih baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.